Belajar Dan Berbagi Informasi Dunia Pelayaran

Sebenarnya Ada Juga Laut Yang Lebih Mengerikan Daripada Segitiga Bermuda

Sebenarnya Ada Juga Laut Yang Lebih Mengerikan Daripada Segitiga Bermuda

Dikutip dari Liputan6.com tentang lautan yang ternyata lebih mengerikan di banding dengan Segitiga Bermuda dalam hal kemisteriusan dan keanehan. Sudah dijelaskan sebelumnya mengenai Segitiga Bermuda yang menghubungkan Bermuda,San Juan - Puerto Rico dan Miami di Amerika Serikat, sampai saat ini belum ada yang bisa mengungkap berbagai misteri kecelakaan, penyebab hilangnya kapal-kapal.

Namun setelah WWF merilis studi baru-baru ini, ternyata Segitiga Bermuda (Bermuda Treeangle) tidak termasuk dalam kategori laut paling berbahaya di dunia ini, hal ini dilihat dari sisi jumlah kecelakaan maupun tingkat bahaya bagi manusia maupun pelaut dan kehidupan laut
Segitiga Bermuda Dari Satelit

Laut apa saja sih. . . yang lebih berbahaya dari Segitiga Bermuda?

Yang termasuk dalam daftar laut berbahaya yaitu Laut Cina Selatan dan Hindia Timur, Laut Mediterania dan Laut Hitam (Black Sea) serta laut utara dan perairan Kepulauan Inggris.
Seperti dimuat situs sains, Christian Science Monitor, WWF menyebut tingkat bahaya perairan dunia dipengaruhi dua hal, lalu lintas laut yang semakin ramai dan kegagalan otoritas dan industri untuk menyesuaikan dengan laju percepatan itu.Sumber : Liputan6.com
Permasalahan yang termasuk parah misalnya terjadi di sekitar Asia Tenggara. Sementara kapal Kontainer yang hilir mudik dengan cepat, mengikuti permintaan yang semakin meningkat di wilayah yang sedang booming, aturan diberlakukan setengah hati, pelayanan pelabuhan-pelabuhan masih memprihatinkan. 

Akibatnya, selama dekade terakhir, jumlah kecelakaan di Laut China Selatan lebih banyak daripada perairan manapun di dunia. Ditambah, kurangnya kerja sama global untuk mengatur lalu lintas laut, belum lagi perubahan iklim, cuaca ekstrem. Kecelakaan makin marak terjadi, kapal-kapal bocor atau bahkan terbelah.

Tidak hanya manusia yang menjadi korban. Di bawah lambung kapal -- yang seringkali mengangkut "emas hitam" alias minyak bumi-- ada harta karun tak ternilai yang terancam: terumbu karang. Misalnya Coral Triangle di Asia, yang meliputi perairan Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste.

Minyak dan zat beracun yang bocor dari kapal yang celaka bisa berarti bencana bagi ekosistem  bawah laut yang tak tergantikan.

"Sejak tahun 1999, ada 239 kecelakaan kapal di Laut China Selatan dan Hindia Timur, lokasi Coral Triangle, rumah bagi 76 persen spesies koral dunia," demikian ujar Manajer Kelautan WWF, Simon Walmsley dalam rilisnya.

Sebanyak 106 kapal tenggelam tahun lalu, naik 91 kejadian dari tahun sebelumnya. Sementara, rata-rata ada 146 kapal hilang setiap tahun.

"Seiring armada global yang terus berkembang pesat dan mulai beroperasi secara rutin di daerah yang lebih berisiko kecelakaan, keparahan dampak akan meningkat, kecuali ada tindakan pencegahan yang dilakukan untuk mengatasi faktor-faktor risiko," tambah WWF.

Salah satu kecelakaan yang paling buruk terjadi tahun 2002. Saat itu kapal minyak Prestige tenggelam di perairan Spanyol. Salah satu tangkinya yang meledak menumpahkan 70 ribu ton minyak ke Laut Atlantik.

"Tidak hanya menyebabkan dampak lingkungan yang rusak parah, tetapi juga menyebabkan kerugian mencapai US$ 10,4 miliar."

Segitiga Bermuda, 50 kapal, 20 pesawat

Kembali ke Segitiga Bermuda. Menurut catatan lebih dari 50 kapal dan 20 pesawat hilang di area yang nama populernya tak ada dalam peta.

Yang paling terkenal adalah Penerbangan 19. Pada 5 Desember 1945 pukul 14.10 waktu setempat, lima pesawat yang dipiloti para penerbang terlatih dari kesatuan Penerbangan 19 tiba-tiba hilang di segitiga itu. Padahal cuaca sedang cerah.

Para pilot sempat meminta pertolongan lewat radio, namun, mereka tiba-tiba raib. Sebelumnya, pilot sempat melaporkan kejadian aneh yang ia lihat. "Semuanya tampak aneh, bahkan lautnya. Kami memasuki perairan berwarna putih."

Tak hanya itu, pesawat yang ditugasi mencari mereka juga lenyap secara misterius. Total 6 pesawat dan 27 orang hilang dalam peristiwa itu.

Tak kalah sohor peristiwa hilangnya kapal induk USS Cyclops yang jadi misteri terbesar dalam sejarah Angkatan Laut Amerika Serikat.

USS Cyclops (AC-4) hilang pada 4 Maret 1918 dalam perjalanan dari Barbados menuju Baltimore. Tak ada jejak yang tertinggal. Kapal dan kru serta penumpang yang berjumlah 306 orang raib. Ini kehilangan nyawa terbesar dalam sejarah Angkatan Laut AS -- yang bukan akibat pertempuran. 

Sumber : http://news.liputan6.com Penulis (Ein/Yus) Rewrite : Admin

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sebenarnya Ada Juga Laut Yang Lebih Mengerikan Daripada Segitiga Bermuda

0 komentarmu:

Post a Comment

Tata Tertib Berkomentar :

* Tidak boleh mencantumkan link apapun ke dalam komentar.
* No SARA
* Tidak menggunakan kata yang menyinggung perasaan orang lain
* Silahkan Utarakan Pertanyaan Yang ada hubungannya dengan Postingan atau pertanyaan Umum Masuk ke Contact Form