Belajar Dan Berbagi Informasi Dunia Pelayaran

Tuesday, October 22, 2013

Prinsip Dasar Memuat dan Istilah Pada Muatan

PRINSIP – PRINSIP PEMUATAN 


  1. Melindungi kapal 
  2. Melindungi muatan 
  3. Melindungi ADK dan buruh 
  4. Pemanfaatan ruang muat secara maksimal/full and down 
  5. Pemuatan secara sistematis ( cepat dan teratur ).


1. Melindungi kapal

Pembagian muatan secara vertical ( tegak )
  • Apabila muatan dipusatkan diatas, stabilitas kapal akan kecil mengakibatkan kapal LANGSAR ( tender ). 
  • Apabila muatan dipusatkan dibawah, stabilitas kapal besar dan mengakibatkan kapal KAKU( Stiff ).



Pembagian muatan secara longitudinal ( membujur ) 
  • Menyangkut masalah Trim ( perbedaan sarat / draft depan dan belakang ) 
  • Mencegah terjadinya HONGGING : apabila muatan dipusatkan pada ujung – ujung kapal ( palka depan dan palka belakang ) dan SANGGING : apabila muatan dipusatkan ditengah kapal ( palka tengah ) 

Pembagian muatan secara transversal ( melintang ) 
  • Mencegah kemiringan kapal. Apabila muatan banyak dilambung kanan, kapal akan miring ke kanan dan sebaliknya. 


Deck load capacity terutama untuk tween deck 
  • Kemampuan geladak untuk menyangga muatan ( DLC = Deck Load Capacity ) terutama untuk geladak antara ( tween deck )


2. Melindungi muatan 

Melindungi kapal dari :
  1. Penanganan muatan 
  2. Pengaruh keringat kapal 
  3. Pengaruh muatan lain 
  4. Pengaruh gesekan dengan kulit kapal 
  5. Pengaruh gesekan dengan muatan lain 
  6. Pengaruh kebocoran muatan 
  7. Pencurian
  8. Untuk dapat melindungi muatan dengan sebaik mungkin, dilakukan dengan 
  • Pemisah muatan yang sempurna 
  • Penerapan ( dunage ) yang tepat sesuai dengan jenis muatannya. 


3. Melindungi ABK dan buruh 
  • Melindungi ABK dan buruh dapat dilakukan dengan melengkapi alat – alat bongkar muat yang sesuai dengan standard an sesuai dengan jenis muatan yang dibongkar / dimuat serta melengkapi ABK dan burh dengan alat keselamatan. 

4. Pemanfaatan ruang muat secara maksimal / full and down 
  • Dengan memuat secara maksimal sesuai kapasitas ruang muat adalah untuk membuat Broken Strowage yang sekecil mungkin . 
  • Penggunaan Tiller cargo 
  • Perencanaan ruang muatan yang tepat, pemilihan ruang muat sesuai dengan muatannya 

5. Pemuatan secara sistematis

Untuk melindungi muatan dengan mencegah terjadinya : 
  • Long Hatch 
  • Over carriage 
  • Over stowage 

DAFTAR ISTILAH / PENGERTIAN DALAM MUATAN

  1. Optional cargo = muatan yang memiliki lebih dari satu pelabuhan bongkar dan menunggu keputusan shipper, misalnya : tanjung perak / singapore / Tokyo 
  2. Delicate cargo = muatan yang peka terhadap bau – bauan. 
  3. Filler cargo = muatan yang dipakai untuk mengisi ruangan yang tidak bisa dipakai ( mengisi broken stowage ).
  4. Heavy lift cargo = muatan berat, yaitu muatan yang beratnya melebihi kemampuan daya angkat boom / derrick kapal. 
  5. Odorus cargo = muatan yang mengeluarkan baud an dapat merusak muatan lain karena baunya. 
  6. Longlength cargo = muatan yang panjangnya, melebihi panjang mulut palka (hatch coaming). 
  7. Refrigerated cargo = muatan dingin, muatan yang memerlukan ruangan khusus pendingin. 
  8. Transshipment cargo = muatan yang dipindahkan ke kapal lain. 
  9. Dangerous cargo = muatan berbahaya, muatan yang sifatnya membahayakan kapal, isi dan para ABK. 
  10. Ad valorem cargo = muatan yang berharga / bernilai tinggi. 
  11. Back freight = pembayaran kembali kepada kapal, karena kapal membawa kembali muatan ke pelabuhan asalnya. 
  12. Dead freight = uang yang harus dibayarkan kepada kapal karena satu pihak tidak menepati janji untuk memuai kapal dengan muatan penuh. 
  13. Surchange = uang tambahan dari freight rate oleh karena ukuran / berat muatan melebihi ukuran yang ditentukan.
  14. Constructive total loss = kapal satu muatan yang s=rusak, dimana biaya untuk menyelamatkan atau memperbaiki akan melebihi nilai harga muatan / kapal tersebut. 
  15. Deadweight factor=  perbendingan antara is ruang muatan dan daya angkut muatan kapal tersebut.
  16. Demmurage = uang yang harus dibayarkan oleh pencharter karena muat bongkar melebihi laydays  yang tercantum didalam charter party. 
  17. General average = perbandingan pengorbanan dari semua pihak yang berkepentingan sesuai dengan nilai dari barang yang dimilikinya, pada waktu sejumlah barang muatan dikorbankan untuk menyelamatkan kapal dan muatan lainnya dari suatu bahaya.
  18. Indispute = suatu keadaan dimana terjadi perbedaan jumlah muatan antara keadaan sebenarnya dan data didalam dokumen. 
  19. Revenue ton = suatu ukuran untuk menentukan freight ( uang tambang ), pertimbangan antara berat dan volume barang. 
  20. Measurement ton = suatu ukuran muatan yang perhitungan 1 measurement ton sama dengan 40 oft. 
  21. Marko = selisih antara berat muatan yang dimuat dan dibongkar. 
  22. Flenzen = muatan yang datangnya terlambat pada saat akan berangkat, sehingga belum ditempatkan di palka dengan baik ( temporary stowage ). 
  23. Over carriage cargo = keadaan dimana suatu muatan terbawa melewati pelabuhan bongkarnya, karena kelalaian dalam membongkar. 
  24. Over stowage cargo = keadaan dimana suatu muatan akan dibongkar berada di bagian bawah dari muatan pelabuhan berikutnya. 
  25. Long hatch = keterlambatan muat bongkar, karena terlambat di salah satu palka. 
  26. Shortlanded cargo = jumlah muatan yang dibongkar kurang dari yang sebenarnya disebut ‘ shortlanded indispute’, lawannya overlanded.
  27. Claim = tuntutan ganti rugi yang diajukan oleh penerima barang, karena barangnya rusak, kurang. 
  28. Tracer = pengusutan terhadap muatan – muatan yang rusak atau hilang / kurang, dengan cara menghubungi kapal dan pelabuhan – pelabuhan lain yang disinggahi. 
  29. Cargo outturn report = laporan hasil kegiatan muat bongkar barang di pelabuhan. 
  30. Full and down = suatu keadaan dimana kapal dimuati hingga seluruh ruang muat penuh dan mencapai sarat maximum yang diijinkan. 
  31. Stowage factor = adalah jumlah ruangan dalam cuft atau cbm yang digunakan untuk memadat muatan seberat 1 ton. 
  32. Capacity plan = adalah bagian kapal yang berisi data – data tentang kapasitas ruang muat, daya angkut, ukuran palka dan tangki, deadweight seale, free board, letak titik berat palka / tangki dll.
  33. Deck load capacity = adalah kemampuan sebuah geladak untuk menahan beban muatan diatasnya, dinyatakan dalam ton / m2 atau lbs / ft2. 
  34. Container stack load = kemampuan geladak ( 4 sepatu container ) untuk menahan berat container yang ditempatkan diatasnya. 
  35. CY ( container yard ) = lapangan penumpukan container dimana container disusun rapi memakai top leader atau side loader secara berbaris. 
  36. CFS ( container freight station ) = tempat dimana muatan dimuat ke dalam container ( stuffing ) atau muatan dikeluarkan dari container ( stripping ). 
  37. TEU ( twenty feet equivalent unit ) = unit padanan petikemas   ukuran 20 kaki, missal cont 20’ = 1 teu dan 1 cont 40’ = 2 teu’s. 
  38. Lash = lighter aboard ship, adalah jenis kapal yang mampu mengangkut muatan berupa lighters ( tongkang = barges ). 
  39. OBO = oil bulk ore, kapal pengangkut minyak sekaligus biji besi. 
  40. VLCC ( very large crude carrier ) = kapal tanker pengangkut minyak mentah ukuran besar. 
  41. Vlcc ( ultra large crude carrier ) = kapal tanker pengangkut minyak mentah ukuran sangat besar. 
  42. Roro ( roll on roll of ) = jenis kapal yang dilengkapi dengan ramp ( jembatan = jalan ) untuk kendaraan msauk / keluar kapal langsung ke dermaga. 
  43. SWL ( safety working load ) = keamanan muat dari peralatan muat bongkar dikapal sesuai certificate yang dimilikinya. 
  44. FCL ( less than container load ) = container yang berisi muatan untuk satu tujuan (consignee)
  45. LCL ( less than container load ) = container yang berisi muatan lebih dari satu tujuan.
  46. Gang hour = kemampuan buruh dalam muat bongkar setiap jamnya. 
  47. Ullage = jarak tegak dari permukaan cairan didalam tangki hingga tank top ( lawannya innage = sounding ).
  48. Thievage = prosentase air didalam muatan cair dalam tangki ( misalnya latex, palm oil ). 
  49. Cargo stowage plan = suatu bagan kapal dimana muatan ditempatkan, dilengkapi data tujuan / jumlah / berat muatan serta pelabuhan muatnya masing – masing. 
  50. Container bay plan = suatu bagan penempatan container didalam palka dan diatas geladak, dengan urutan bay ganjil / genap dihitung dari depan, row ganjil / genap dihitung dari  tengah dan dilihat dari belakang, tier in holddan on deck
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Prinsip Dasar Memuat dan Istilah Pada Muatan

0 komentarmu:

Post a Comment

Tata Tertib Berkomentar :

* Tidak boleh mencantumkan link apapun ke dalam komentar.
* No SARA
* Tidak menggunakan kata yang menyinggung perasaan orang lain
* Silahkan Utarakan Pertanyaan Yang ada hubungannya dengan Postingan atau pertanyaan Umum Masuk ke Contact Form